Renungan

25 Jan

Ummie Wasitoh

Mengapa Saya Harus Menderita sakit ?

Di dalam hidup, tidak pernah seseorang terbebas dari sakit. Bisa dikatakan pasti, seseorang entah sekali, dua kali atau 25 kali pernah menderita sakit. Kadar sakit seseorang bisa dari penyakit yang paling ringan, seperti pilek atau sakit kepala. Namun, seseorang juga bisa terkena penyakit yang paling berbahaya, seperti misalnya kanker atau HIV/AIDS.  Dan setiap orang yang terkena sakit akan selalu berusaha agar segera sembuh, terbebas dari sakitnya. Apa pun caranya. Dalam menghadapi sakit mental seseorang juga berbeda-beda, ada muncul sikap yang berlebihan, misalnya sibuk mengeluh terus menerus, tidak terima bahkan putus asa. Namun, ada yang sebaliknya, bersikap tenang, sabar, tawakal, tidak merasa menderita sama sekali dan bahkan orang tersebut bahagia.

Apabila datang sakit pada diri kita, misalnya sakit itu berat, apakah yang terjadi pada perasaan kita? Bagaimana kita akan bersikap? Mari kita evaluasi dan renungkan!

Sakit itu datang langsung dari Allah Swt. Datangnya pun bisa dari berbagai macam cara, misalnya tertular seseorang, terjadi kecelakaan, atau tidak tahu sebabnya. Namun, sesungguhnya, kejadian sakit yang hinggap pada diri kita  adalah antara kita dan Allah, atas kehendak Allah, bukan kehendak kita atau orang di sekitar kita. Segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita adalah atas izin Allah. Sehingga, kita tidak perlu atau tidak boleh menyalahkan orang-orang di sekitar kita, atau menyalahkan diri kita sendiri, mengapa kita bisa menderita sakit tersebut.

Kini, timbul pertanyaan: bagaimana sikap kita terhadap kondisi sakit ini? Yang paling tepat adalah kita harus ikhlas, kita harus bisa menerima dengan ikhlas bahwa hal itu adalah kehendak Allah. Bila perasaan ini telah timbul pada diri kita, kita akan tenang,  sabar, tawakal, tidak panik dan selanjutnya berusaha bagaimana agar bisa cepat sembuh. Dan andaikan penyakit tersebut ternyata tidak bisa sembuh, hingga kita harus menghadapi ajal kita, kita tetap ikhlas, sabar, tenang dan bahagia. Bahkan tidak sedikit pun merasa cemas bila harus menghadapi kematian,

Menurut sebuah hadist rasullah, ketika kita ikhlas menerima pemberian Allah berupa sakit, konon akan dihapus dosa-dosa kita sebelumnya. Dan sakit adalah sebuah rahmat dari Allah, bahwa kita diberi peringatan bahwa kita hendaklah senantiasa bersyukur ketika sehat dan semua manusia kelak juga akan menuju ke kematian.

Jadi, bagaimana kita harus bersikap ketika kita sakit? Kita harus segera sadar bahwa hal itu adalah kehendak Allah Swt. terhadap diri kita yang sedang Dia pilih untuk diuji oleh-NYA. Kita harus percaya dan yakin bahwa pilihan-NYA adalah yang terbaik untuk kita. Kita harus ikhlas menerimanya. Namun, kita juga diperintahkan untuk selalu berupaya bagaimana mengatasinya hingga sembuh. Sedangkan hasil akhir dari upaya tersebut adalah hak-NYA yang menentukan apakah sakit itu diberi kesembuhan atau sebaliknya. Dengan demikian, kita bisa sabar, tawakal bahkan bahagia menghadapi sakit yang kita derita. Ini semua memerlukan perenungan, kemudian kesadaran dalam menghadapinya, dan ini bisa diraih dengan latihan. Misalnya, hati kita senantiasa diupayakan selalu dekat dengan-NYA. Dengan demikian,  Allah Swt. akan membantu kita dalam mendapatkan segalanya…amiin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: